CATATAN SEORANG ANAK

Saya paham bahwa Tuhan selalu menyandingkan antara suatu kejadian dengan kejadian lain, seperti Tuhan menyandingkan antara Baik dan Buruk, Hidup dan Mati, Sukses dan Gagal dan begitu juga dengan Pertemuan dan Perpisahan. Saya tidak tahu seberapa buruk saya ketika berada dalam ruang lingkup kehidupan MI-3B, karena yang saya tahu hanyalah untuk berusaha memberikan apapun yg terbaik dari saya untuk kalian. Saya sempat mendengar ocehan ringan dari seorang sahabat MI-3B saya di kelas :”saya pasti akan rindu dengan suasana kelas cok ketika kita semua lulus”. Saya hanya tersenyum kecil ketika mendengar ucapan sahabat saya, sehingga di dalam hati saya berujar :” Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan – seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran”.

Kini aku teringat sebuah buku karya M.Radzi Saleh dari Malaysia. Beliau menceritakan sebuah kisah dari ayahandanya. Yang mengatakan bahwa rata-rata setiap orang biasa hanya memiliki 2,5 sahabat yang siap membela dengan harta dan jiwanya demi ikatan persahabatan.

Mungkin inilah yang dikatakan buku itu. Ditengah badai krisis yang melanda krisis mental dan kepercayaan ternyata mereka bagaikan tali yang menarik tubuhku dari kegamangan situasi yang melalap dan merongrong kokohnya jiwa pejuang. Terima kasih wahai para sahabatku. Terima kasih wahai para saudaraku 3 naga, 30 naga, ataupun 3juta naga yang senantiasa kokoh dalam mempertahankan kekokohan solidaritas MI-3B.Membicarakan dan merenungkan tentang sebuah kata perpisahan memang sangat umum dan tidak akan habisnya, karena ketika seorang anak manusia berusaha menyesali sebuah kata perpisahan maka, si anak manusia dapat dipastikan adalah orang yg pesimis untuk hidup. Jadi satu pesan saya buat kawan-kawan MI-3B, Meskipun sebagian pilihan yang harus kita ambil sulit, kita mesti terus percaya pada diri sendiri kemampuan sendiri. Tidak ada lembar jawaban untuk ujian kehidupan. Kita harus menyelesaikan setiap masalah yang muncul dalam perjalanan hidup kita. Belajar dari keberhasilan dan kegagalan yang pernah kita alami, itu bisa menjadikan kita orang yang lebih utuh. Kita gagal total hanya kalau kita tidak pernah belajar dari pengalaman. Jadi, tidak perlu takut membuat keputusan dan mengambil resiko. Sisihkan waktu untuk merenungkan dan merencanakan sesuatu sebelum bertindak. Sebagian besar pilihan hidup kita didasarkan pada rasa peduli pada orang lain dan diri sendiri.Memiliki respek yang baik untuk kita dan orang lain akan menjadi kekuatan dalam hidup kita. Dalam diri kita ada sesuatu yang layak dibagi dengan orang lain. Kita harus terus berfikir terbuka, jangan berhenti belajar, sambil belajar siapa tahu menemukan bakat dan minat baru yang sudah siap untuk bersemi.

 

Tentang aazroelmw

Belajar dari masa lalu, bekerja hari ini untuk masa depan gemilang. Let's Move !
Pos ini dipublikasikan di Sumber Inspirasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s