China dan segala keindahannya

Pada tanggal 01 Juni saya berangkat menuju China melalui Bandara FL Tobing di Pinangsori, Sibolga. Perjalanan ini sangat melelahkan karena saya harus transit dulu di Bandara Kualanamu, Medan terus lanjut lagi ke Bandara Soekarno – Hatta, Jakarta dan lanjut lagi ke Bandara Hongkong, China dan terakhir di Bandara Pudong, China.

Saya berangkat ke Bandara FL Tobing, Pinangsori, Sibolga diantar oleh mobil dinas kantor pada pukul 09.00 WIB. Pesawat berangkat pukul 11.50 WIB menuju Bandara Kualanamu, Medan. Saya tiba di Bandara FL Tobing sekitar pukul 10.48 WIB dan langsung menuju counter Wings Air untuk melakukan proses check in.

Akhirnya, sekitar pukul 12.10 WIB pesawat take off menuju Bandara Kualanamu, Medan dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dari Bandara FL Tobing. Alhamdulillah, cuaca sangat cerah sehingga tidak ada gangguan berarti pada perjalanan saya menggunakan pesawat kecil. Setibanya di Bandara Kualanamu, Medan saya segera menuju counter pesawat Lion Air untuk melakukan identifikasi penumpang yang transit. Setelah itu, sembari menunggu pesawat terbang menuju Jakarta saya pergi ke Bean Coffee untuk sekedar ngopi dan makan roti.

Pukul 14. 20 WIB, pesawat akan segera boarding dan saya segera menuju Gate 6 untuk bersiap2 memasuki pesawat. Pukul 14.35 WIB pesawat akhirnya take off menuju Bandara Soekarno – Hatta, Jakarta. Perjalanan ini ditempuh sekitar 2.5 jam dari Medan. Saya akhirnya tiba di Bandara Soekarno – Hatta sekitar pukul 17.10 WIB dan segera menuju terminal III untuk keberangkatan luar negeri. Disana, petugas Tour Travel dari A Holiday Tour telah menunggu dan menjelaskan beberapa prosedur yang harus dilakukan untuk proses pemeriksaan di Keimigrasian, barang2 apa saja yang boleh dibawa di Hand Carry dan bagasi dan berbagai penjelasan lainnya, rumit dan banyak memang. -__-

Saya berangkat menuju China menggunakan Pesawat Cathay Pasific, salah satu maskapai yang masuk 10 besar dunia dalam hal pelayanan terhadap penumpang. Keberangkatan dijadwalkan pukul 23.59 WIB, sehingga saya masih punya waktu banyak untuk makan malam, dan saya segera menuju counter Hoka Hoka Bento untuk makan malam karena kebetulan dapat voucher gratis dari pihak tour, hehe…

Pukul 21.00 WIB saya segera menuju Keimigrasian untuk melakukan proses identifikasi pasport, visa, barang2 yang akan saya bawa dalam kabin pesawat dan berbagai hal lainnya. Prosesnya sangat panjang dan sangat ketat. Wajar, tujuannya untuk pencegahan dari berbagai tindakan yang tidak diinginkan oleh khalayak ramai. Setelah melewati prosedur dari Keimigrasian yang sangat panjang dan rumit, saya segera cari tempat makan lagi nih. Maklum, saya kan hobinya makan, hahaha…. Saya segera menuju counter McDonald’s untuk makan lagi, kebetulan lagi laper banget jadi mampir deh kesana.😀

Pukul 23.59 WIB saya segera menuju Gate (saya lupa gate berapa) untuk siap2 boarding. Begitu masuk kedalam pesawat, saya langsung terkaget – kaget, karena dulu saya pernah bermimpi pengen naik pesawat Airbus (jalan didalam pesawat dibagi dua dan bangku untuk penumpang ada tiga bagian. Ditengah2, bangku penumpang ada 4 setiap barisnya). Saya langsung bergumam dalam hati, keren nih pesawat. Perjalanan Jakarta menuju Hongkong ditempuh dalam waktu 4 jam, sangat lama sekali tapi berhubung malam hari saya segera ambil posisi tidur deh, :p

Ditengah perjalanan, pesawat sedikit mengalami gangguan karena hujan deras, awak kabin pesawat mengumumkan kondisi cuacanya dalam bahasa Indonesia. Wow, Amazing! pelayanannya keren banget! dan akhirnya pesawat tiba di Hongkong sekitar pukul 05.00 dinihari waktu Hongkong (karena rentang waktu perbedaan Jakarta dan Hongkong 1 jam lebih cepat)

*Hari Pertama di China
Rencananya saya akan berangkat ke Shanghai menggunakan pesawat yang sama pukul 08.40 waktu Hongkong. Sembari menunggu take off saya berencana untuk mandi di toilet bandara, dan saya baru tahu ternyata bandara di Hongkong tidak menyediakan shower di toiletnya, hanya menggunakan tissue saja. Akhirnya, saya ambil inisiatif untuk mencari aqua gelas dan membasahi tissue untuk membersihkan badan yang dari kemarin pagi terakhir kali saya mandi. Tiba akhirnya jam 08.00 dan saya menuju Gate D3 untuk siap2 boarding. Hingga pukul 09.00 waktu Hongkong, saya dapat info dari kru kalau pesawat delay dan akhirnya seluruh penumpang diberi kompensasi dan dapat jatah makan di McDonald’s dan diberitahu agar kembali ke Gate pukul 09.30 waktu Hongkong. Akhirnya saya segera pergi ke counter Mc’Donald’s untuk mengisi perut yang memang sejak pagi tadi belum diisi. Setelah itu saya kembali ke gate sekitar pukul 09.39, dan ternyata setelah menunggu 10 menitan, saya dapat info lagi pesawat delay. Ah…ternyata…bukan hanya di Indonesia saja pesawat mengalami delay, bahkan di bandara ketiga tersibuk se Asia pun pesawat mengalami delay.

*Hari Kedua di China
Hari ini perjalanan kita menuju Kota Hangzhou. Kota ini terkenal dengan kota cinta,dimana dikota ini ada sebuah danau yang dikenal dengan jembatannya “Jembatan Putus” dan “Jembatan Panjang”. Jembatan Putus dan Jembatan Panjang ini bukan berarti jembatannya putus atau jembatannya panjang,melainkan dinamai seperti itu karena ada sebuah legenda yang mengatakan bahwa dulu ada seorang pria miskin yang jatuh cinta pada seorang putri Kaisar dan mereka berusaha dipisahkan oleh Sang Kaisar tetapi, kekuatan cinta mereka mengalahkan segalanya. Di Jembatan Putus itulah Sang Pria dipaksa dan dihajar habis2an oleh suruhan Kaisar agar meninggalkan putrinya dan di Jembatan Panjang itulah Sang Putri pulang balik istana menuju desa untuk bertemu si pria dengan sembunyi2. Ternyata, negeri ini bukan hanya sejarah dinasti yang kuat tetapi ada juga cerita melankolis yang menjadi legendanya. Dan cerita ini diabadikan dalam tarian Impression West Lake yang pertunjukannya dibalut cita rasa modern. Persis seperti cerita yang diabadikan dalam tarian Kecak di Bali, tentang perjuangan sang pria dan wanita yang memperjuangkan cintanya hanya saja dalam bentuk budaya dan cita rasa yang berbeda.

*Hari Ketiga di China
Hari ini saya berkunjung ke Kota Zhouzhuang,perjalanan dari kota Hangzhou ditempuh dalam waktu 1.5 jam. Kota Zhouzhuang ini disebut juga dengan Kota Air,dimana akses transportasi disini menggunakan sungai dan kapal yang hanya bisa ditempati oleh 6 orang. Persis seperti di Kota Venessia, Italia. Kotanya sangat sejuk dan indah dengan arsitektur bangunan China kuno dulu. Kota ini juga bisa dibilang aktifitasnya tidak terlalu padat. Penggunaan sungai sebagai salah satu jalur transportasi menurut saya sangat bagus disamping itu juga menjaga sungai kota dari sampah. Andaikan Jakarta atau kota2 lain di Indonesia bisa seperti Kota Zhouzhuang ini, saya rasa kita tak perlu mengeluh hujan yang datang akan menyebabkan banjir.
Setelah itu, perjalanan saya lanjutkan ke Shanghai dengan jarak tempuh 1.5 jam untuk mengunjungi Bao Shu Tang Shop. Bao Shu Tang Shop ini adalah sebuah toko obat2an tradisional dan ini adalah kunjungan yang diwajibkan oleh Pemerintah China kepada setiap turis untuk berkunjung kesini.
Di toko ini, banyak kebudayaan China yang berhubungan dengan dunia kesehatan dilestarikan disini. China terkenal dengan ramuan obat2annya yang banyak orang mengakui hasilnya. Kunjungan wajib dari Pemerintah China ini menurut saya adalah salah satu cara mereka untuk melestarikan dan mengenalkan pada turis mancanegara tentang kehebatan China dalam dunia medis. Indonesia juga sebenarnya tidak jauh berbeda dalam urusan obat2an tradisional dengan China,hanya saja perhatian pemerintah masih belum ada.
Di China, saya akhirnya paham bahwa untuk memperkuat bargaining sebuah negara di mata dunia yaitu dengan “menegarakan dunia”. Seperti halnya China,mereka “menchinakan dunia” dengan budaya mereka. Setiap sudut kota,sudut desa hampir saya tidak menemukan tulisan latin,melainkan dipenuhi tulisan mandarin. Salut!
Saya melihat sebuah negara yang sedang bertransformasi menjadi sebuah negara adidaya. Negara yang saya rasa suatu saat nanti akan menguasai berbagai bidang termasuk militer,ekonomi,kesehatan,dan politik. Posisi tawar negara ini sangat tinggi. Saya merasakan optimisme itu muncul di setiap warga negara ini. Mereka sedang bergiat dan tekun, sedang berjuang dengan gigih dan membangun peradaban mereka dengan kokoh. Negeri dari benua asia yang mereka dulu katakan adalah “negara ketiga” sebentar lagi akan menjadi raksasa.
Secara potensi baik itu SDA dan SDM, Indonesia bisa saja menjadi raksasa. Tapi, budaya saling menjatuhkan yang menjadi penghalang potensi ini sedangkan China bekerja bersama untuk membangun negaranya. Anak muda, orang tua, wanita dan anak2 saling merangkul dan membenahi diri dan sekitarnya.
Boleh saja sebagian masyarakat sibuk mencibir keberhasilan negara China dan masyarakatnya di berbagai negara, tapi saya rasa mencibir bukanlah suatu usaha melainkan sifat dengki yang harus jauh2 dibuang. Sudah saatnya meninggalkan kebiasaan lama yang iri dengan keberhasilan orang lain, ini waktunya untuk menunjukkan potensi dan keahlian yang dimiliki. Indonesia juga pasti bisa!

*Hari Keempat di China
Setelah mengunjungi Kota Hangzhou dengan cerita legendanya, Kota Zhouzhuang dengan budaya kunonya, Kota Grand Canal Cruise dengan moda transportasi airnya dan Shanghai dengan gemerlap kotanya saya harus mengakhiri perjalanan mengunjungi negeri ini yang besok akan berakhir di Hongkong. Sangat melelahkan dan menguras tenaga tapi saya dapat banyak pelajaran disini, banyak yang saya lihat. Seperti kata pepatah “semakin banyak berjalan maka semakin banyak yang dilihat.”
Saya akan coba share sedikit tentang negeri ini yaitu :
1. Masyarakat China terbiasa dengan berjalan cepat, bukan karena terburu – buru tetapi bagi mereka waktu sangat berhaga. Jika kamu menghabiskan waktu mereka 1 jam maka mereka bisa mengumpulkan uang sebesar 100 Yuan dan jika dikurskan kedalam rupiah maka sekitar Rp.230.000,- . Itulah sebabnya ada pepatah dari China yang mengatakan waktu adalah uang
2. Masyarakat China tidak terbiasa duduk santai karena bagi mereka itu adalah budaya pemalas yang harus dibasmi dari kehidupan mereka. Dan itu membuat saya percaya kenapa negeri ini kemajuannya sangat pesat yang membuat Amerika atau dunia barat berpikir seribu kali jika harus menekan China secara ekonomi,politik dan militer
3. Masyarakat China terbiasa dengan dunia dagang karena mereka yakin dan percaya sebenarnya setiap manusia itu adalah pedagang. Misal, seorang orator yang menjual keahlian orasinya, seorang politikus yang menjual janji2nya agar dipercaya rakyat, seorang dokter yang menjual keahliannya dalam dunia medis, dsb
4. Masyarakat China bukanlah orang yang pantang menyerah dan ini saya alami sendiri saat saya berbelanja di beberapa pusat perbelanjaan China. Saya menemukan ada anak yang baru berusia 18 tahun tetapi karena kesulitan ekonomi akhirnya dia bekerja di toko. Dia begitu ahli dalam menawarkan dagangannya, sampai saya dan kawan saya menolak untuk membeli dagangannya dia terus membujuk kami dan terus mengejar kami yang akhirnya karena iba kami putuskan untuk membelinya
5. Masyarakat China bukanlah orang yang mau berdiam diri saat keadaan hidupnya susah. Ini saya temui di Kota Zhouzhuang. Ada seorang anak muda yang bekerja keras menghidupi adik2nya dan ibunya yang tidak mampu lagi untuk mencari uang. Dia bekerja pagi dan malam tak kenal lelah. Dia berkata pada saya bahwa dia punya cita2 agar adik2nya bisa menjadi dokter suatu saat nanti
6. Mungkin di Indonesia sering kita dengar barang produksi China bukan ?
Saya rasa, tidak ada yang tidak bisa ditiru di negeri China dan saya melihat langsung bagaimana Iphone 6+ yg baru dilaunching tiba2 dijual bebas di pasar2 dengan harga yang sangat murah
7. Banyak lagi yang sebenarnya bisa dishare tapi saya rasa poin ini sudah cukup alasan kenapa mereka saya katakan negeri hebat.
Ada sedikit pelajaran yang harus kita ambil dari mereka yaitu :
1. Saya percaya tidak ada yang tidak mustahil di dunia ini selama kita masih mau berusaha. Pada intinya adalah kita mau dulu, masalah hasil itu adalah urusan Allah
2. Semua manusia diciptakan dengan berbagai bakat dan bakat itu harus digali hingga kita bisa menjadikannya berguna untuk diri kita sendiri
3. Masyarakat China benar2 mencintai negaranya dan ini dibuktikan dengan ketekunan mereka dalam bekerja dan membantu pemerintahnya mengurangi pengangguran.
Dan pada akhirnya, saya sangat bangga menginjakkan kaki disini walau hanya sebentar. Alasannya ? Saya banyak belajar dari masyarakatnya tentang kegigihan dalam bekerja, kesungguhan dan kekuatan tekad. Inilah alasan terbaik saya kenapa harus bangga bisa melihat langsung peradaban mereka, optimisme masyarakatnya dan pembangunan yang terus menerus oleh pemerintahnya.

*Hari Kelima di China
Hari ini, saya sempat merasakan sensasi menaiki salah satu kereta api tercepat di dunia dengan kecepatan 430 KM/jam. Bayangkan saja, perjalanan menggunakan bus dari hotel tempat saya menginap menuju Bandara Pudong sekitar 2.5 jam dan dapat ditempuh hanya 7 menit menggunakan kereta api tercepat di dunia ini. Amazing bukan ?
Saya tiba di Bandara Pudong dan melakukan proses check in untuk segera menuju Hongkong dan jarak tempuhnya sekitar 2.5 jam saja, persis jarak tempuh Jakarta – Medan.Setiba di Hongkong, pesawat yang digunakan masih sama yaitu pesawat Cathay Pasific dan keberangkatan dijadwalkan pada malam hari. Sembari menunggu keberangkatan, saya keliling bandara dan melihat keindahan arsitektur bandara tersibuk ketiga di Asia ini. Keren pokoknya mah!
Pada akhirnya, saya harus meninggalkan China dengan berat hati. Jelas saja saya harus mengakui kalau saya kagum dengan negeri ini, negeri yang sangat cepat bertransformasi menjadi negeri hebat dan disegani oleh dunia. Wajar saja jika mereka diprediksi akan mengisi kekuatan ekonomi dan politik di dunia di masa yang akan datang karena prediksi itu berdasarkan fakta yang saya lihat di China.
Thanks for all, your country is very beautiful. Amazing!

Next trip, Korea. Inshaa Allah!🙂

Photo’s —> https://www.facebook.com/muhammadasrulnasution/media_set?set=a.10200150994523547.194367.1411564752&type=3

Tentang aazroelmw

Belajar dari masa lalu, bekerja hari ini untuk masa depan gemilang. Let's Move !
Pos ini dipublikasikan di Sumber Inspirasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s